Tampilkan postingan dengan label madu alifa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madu alifa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

KHASIAT BIOFLAVONOID PADA MADU SARANG, MADU PLUS SARANG

 Flavonoid, juga dikenal sebagai bioflavonoid adalah kelas phytochemical yang hanya bisa disintesis oleh tanaman.
Flavonoid merupakan pigmen penting yang bertanggung jawab pada pigmentasi kelopak bunga.
Terdapat enam kelas utama flavonoid atau bioflavonoid yang meliputi flavonol, flavon, flavanon, isoflavon, flavonol, dan anthocyanin.
Flavonoid yang paling sering ditemukan dalam makanan adalah quercetin, epicatechin, oligomeric proanthocyanidin, myricetin, catechin, dan xanthohumol.

Flavonoid dalam Makanan

Seperti telah disebutkan, flavonoid hanya bisa ditemukan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan.
Flavanoid terdapat dalam jumlah melimpah pada sejumlah besar buah-buahan dan sayuran.
Beberapa sumber makanan kaya bioflavonoid adalah jeruk, stroberi, blueberry, bawang merah, kacang-kacangan, ginkgo biloba, dan bayam.
Teh hijau, teh hitam, dan teh putih juga sangat kaya akan flavonoid.
Cokelat hitam dan anggur merah adalah dua sumber penting lain dari phytochemical.
Madu juga merupakan sumber penting flavonoid, tergantung pada jenis bunga dari mana nektar dikumpulkan.
Flavonoid sebagai Antioksidan
Flavonoid mampu bertindak sebagai antioksidan dan berfungsi menetralisir radikal bebas dan dengan demikian meminimalkan efek kerusakan pada sel dan jaringan tubuh.
Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan tidak stabil akibat telah kehilangan elektron.
Untuk menstabilkan diri, radikal bebas memerlukan elektron dan untuk mencapai tujuan ini kemudian mengoksidasi sel-sel sehat tubuh sehingga menyebabkan kerusakan.
Radikal bebas terutama diproduksi sebagai produk sampingan dalam berbagai proses biokimia dalam tubuh.
Sebagian radikal bebas memasuki tubuh dari lingkungan eksternal seperti dari asap rokok, konsumsi alkohol, radiasi elektromagnetik, melalui paparan sinar matahari, konsumsi makanan olahan, polusi udara, dll.
Bahkan stres dapat menghasilkan tingkat tinggi radikal bebas dalam tubuh.
Flavonoid sebagai antioksidan membantu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat.
Pada gilirannya, flavonoid memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit termasuk kanker, penyakit jantung, diabetes, tumor, dll.
Flavonoid juga membantu mencegah aterosklerosis atau penyakit yang ditandai dengan pengendapan lemak dalam dinding arteri.
Deposisi tersebut mempersempit arteri dan dengan demikian menghambat aliran darah ke organ-organ vital tubuh seperti jantung dan otak.
 Flavonoid juga dikenal memiliki efek anti-inflamasi, sifat anti-alergi, dan anti-virus.
Antioksidan ini dapat menurunkan risiko arthritis, osteoporosis, alergi dan penyakit virus yang disebabkan oleh virus herpes simpleks, virus parainfluenza, dan adenovirus.
Flavonoid mampu menekan penggumpalan trombosit yang berhubungan dengan penyakit seperti aterosklerosis dan pembentukan trombosit akut trombus.
Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa flavonoid seperti quercetin dan epicatechin memiliki efek antidiare.
Flavonoid diyakini pula mampu meningkatkan respon kekebalan alami tubuh untuk melawan penyebab alergi dan juga karsinogen.
SUMBER

Jumat, 19 Desember 2014

KHASIAT, MANFAAT, DAN KANDUNGAN NUTRISI BEE POLLEN PADA LEBAH MADU

Foto Griya Madu Asli.
Bee Pollen berasal dari kata Bee (lebah) dan Pollen (serbuk sari bunga jantan), jadi Bee Pollen berarti Serbuk Sari Bunga Jantan yang diambil oleh lebah dan digunakan sebagai makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu.
Istilah yang sering digunakan oleh para peternak untuk Bee Pollen adalah “Roti Lebah”. Proses pengambilan Bee Pollen itu sendiri sangat sederhana. Sewaktu lebah menghisap nektar (bakal madu) dari bunga, serbuk sari bersama nektar dan liur lebah terkumpul kemudian disimpan pada kantung pollen yang terdapat pada kakinya.
Foto Griya Madu Asli.
Bee Pollen adalah unsur reproduksi jantan pada tumbuhan yang berbentuk debu halus yang berwarna kuning keemasan. Pollen terdapat pada benang sari bunga tanaman. Setiap butir pollen mengandung 100.000 hingga 5 juta spora pollen, yang masing-masing memiliki kemampuan untuk bereproduksi sehingga terbentuklah bunga, buah, padi-padian, pohon, dan sebagainya.
NILAI NUTRISI BEE POLLEN
Bee Pollen mengandung zat gizi yaitu:
* Zat Hidrat Arang
* Protein (dalam bentuk asam amino esensial)
* Asam lemak esensial
* Vitamin
* Mineral
* Enzym
* Hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh untuk proses regenerasi sel-sel jaringan.

 
 


MADU VS DIABETES: MADU ASLI MURNI DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT DIABETES DAN AMAN DIKONSUMSI

Madu dan diabetes sampai saat ini masih menjadi kontroversi yang hangat. Banyak penderita diabetes yang beranggapan bahwa madu dapat menaikkan kadar gula darah karena rasanya yang manis. Madu memang sudah dikenal sejak lama sebagai obat alami karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit sehingga konsumsi madu dapat bermanfaat bagi tubuh. Namun, apakah kandungan gula di dalam madu dapat meningkatkan gula darah bagi penderita diabetes? Ternyata tidak, kandungan gula murni dalam madu tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Madu murni merupakan jenis madu yang gulanya berasal dari madu itu tanpa ada tambahan lainnya. Rasa manis madu tidak berasal dari gula. Berbeda  halnya dengan madu buatan yang rasanya ditambahkan dengan gula. Madu buatan inilah yang seharusnya tidak boleh untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan berpotensi untuk menaikkan kadar gula darah. Hal inilah yang biasanya menimbulkan kesalahpahaman sehingga orang-orang beranggapan bahwa madu tidak dianjurkan untuk penderita diabetes.
Fakta berdasar penelitian :
1. Madu hanya meningkatkan sedikit kadar gula darah dibandingkan gula lainnya,
2. Madu asli menurunkan kolesterol total, trigliserida (kolesterohl jahat) dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik),
3. Madu lebih baik metabolismenya dan dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan sukrosa,
4. Madu asli dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi risiko penyakit jantung pada pasien diabetes (Dalam The Journal of Medical Food tahun 2004).
5. Peneliti juga membuktikan efek propolis dalam mengobati diabetes mellitus lebih cepat dalam menurunkan kadar gula darah
6. Bahkan propolis memberi efek yang baik pada pasien diabetes dengan gangguan radang gusi dan jamur di mulut.
Jadi, menggantikan pemanis dengan madu mentah (raw honey) memberikan banyak keuntungan. Akan tetapi, perlu benar-benar diperhatikan jenis madu apa yang paling cocok untuk diabetes.

Khasiat Madu Bagi Penderita Diabetes

Penderita diabetes memang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi gula dalam jumlah yang banyak sehingga tidak jarang penderita diabetes yang menggunakan gula diet yang banyak terdapat di toko obat dan pusat perbelanjaan. Walaupun demikian, banyak juga penderiata diabetes yang menggunakan madu sebagau pengganti gula untuk makanan dan minuman karena sudah mengetahui manfaat madu untuk penderita diabetes. Madu murni dapat merangsang tubuh untuk memproduksi hormon insulin secara alami karena adanya kandungan fruktosa di dalamnya. Penderita diabetes memerlukan asupan insulin dari luar agar dapat mengubah glukosan menjadi energi. Bila mengkonsumsi gula dalam kadar tertentu, dikhawatirkan bisa membuat kadar gula darah menjadi naik. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi madu sesuai dengan anjuran dokter dan pilihlah madu yang murni bukan madu yang ditambah dengan air atau gula yang bisa mengurangi manfaat madu yang sebenarnya. Madu dan diabetes memang memiliki hubungan yang erat karena madu bisa menggantikan gula buatan untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Mengapa Madu Dapat Menstabilkan Gula Darah

Karena banyaknya manfaat yang diberikan oleh madu untuk tubuh, tentu Anda harus mengetahui lebih lanjut tentang hubungan antara madu dan diabetes. Madu sebenarnya mengandung banyak peptida dan penghasil karbohidrat sama seperti roti, pasta, nasi, dan mie. Namun, karbohidrat di dalam madu berbeda dari karbohidrat dalam makanan-makanan tersebut tetapi berupa karbohidrat kompleks sehingga kandungan tersebut menyebabkan madu memiliki indeks glikemik yang rendah.  Perlu diketahui bahwa indeks glikemi berhubungan dengan peningkatan gula darah.  Karena indeks glikemik yang redah, madu melewati proses pencernaan cukup kama sebelumnya diubah menjadi gula darah. Oleh sebab itulah madu tidak akan menyebabkan peningkatan gula darah. Berdasarkan anjuran dokter, madu hanya dikonsumsi hanya sebatas untuk pelengkap atau tambahan ketika memasak.

Penderita diabetes umumnya mempunyai masalah dalam produksi insulin yang digunakan untuk memecah zat gula (terutama sukrosa yaitu jenis gula disakarida) yang masuk kedalam tubuh agar bisa diserap oleh tubuh.

Dalam hal Madu, rasa manis yang dihasilkan oleh Madu adalah dari jenis gula yang berbeda (terutama fruktosa yaitu jenis gula monosakarida) yang langsung dapat diserap oleh tubuh tanpa membutuhkan enzym. Jadi Madu adalah pemanis alami yang aman bagi penderita diabetis. Bahkan sudah terbukti secara ilmiah bahwa Madu juga sangat efektif untuk pengobatan luka yang timbul karena penyakit diabetis ini. Salah satu yang telah membuktikan keamanan Madu untuk penderita diabetis ini adalah Dr. Jamal Burhan dari Universitas Iskandariyah Mesir.

Pemahaman awam bahwa diabetes disebabkan oleh gula dan oleh karenanya orang yang sakit diabetes harus menghindari yang manis-manis, ternyata tidak sepenuhnya benar. Ternyata tidak seluruh rasa manis dapat menyebabkan diabetes. Rasa manis dari madu ternyata aman bahkan bagi penderita diabetes.

Lebih jauh lagi, madu ternyata juga sangat efektif untuk mengobati luka akibat sakit diabetes yang sudah parah dan ketika seluruh jenis obat sudah tidak mempan lagi.

Meskipun mengandung banyak zat gula,madu berkhasiat mengobati gejala penyakit gula dan komplikasinya.
Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat kimia selain gula berguna untuk membersihkan makanan dan minuman bagi para pasien diabetes, seperti zat sokrol yang rasanya enak. Akan tetapi, zat tersebut memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh sebab itu, banyak para ilmuwan berusaha meneliti zat lain selain sokrol dan gula putih (gula tebu).
Banyak para ilmuwan menyebutkan bahwa para pasien diabetes jika mengonsumsi madu akan mengalami perubahan di dalam hati menjadi gula hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu, biasanya tubuh akan mendapatkan manfaat secara alami. Terdapat perbedaan besar antara gula hewan/gula otot dengan gula anggur (glukosa). Disebutkan bahwa gula buah (sukrosa) membentuk sebagian besar madu (45%).
Pada tahun 1953, para ilmuwan Jerman: Karneim dan kawan-kawannya menyatakanbahwa 50% gula buah (sukrosa) di dalam tubuh akan berubah menjadi zat glikogen yang bermanfaat bagi pasien diabetes. Kenyataan ini sampai kepada para ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison, Amoes, dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa madu obat adalah bahan pembersih makanan dan minuman terbaik. Pemberian madu kepada pasien diabetes sebanyak 20 gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah waktu zhuhur, tanpa perubahan apa pun pada pengobatan harian mereka, tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Madu yang digunakan harus alami, bukan sebaliknya.
Madu terbaik bagi penderita diabetes adalah madu musim panas karena lebah pada saat itu mengonsumsi manisan bunga tanpa gula putih. Adapun lebah musim dingin,mengonsumsi gula putih karena minimnya bunga pada musim dingin. Dua tokoh ilmuwan,Strews dan Ruzenfeld, menyatakan bahwa gula yang berbeda akan menghasilkan hasil yang beragam. Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan tubuh pasien, lebih baikdibandingkan gula anggur (glukosa) dan gula putih (gula tebu). Hal itu disebutkan pada buku Traete Biologie de L’adeille di tahun 1968.
Pada tahun 1971, di Negara Kakuta, wilayah Wisconsin, Amerika, tersebar kisah insinyur Amerika penderita diabetes. Setiap pengobatannya selalu mengalami kegagalan karena komplikasi penyakit. Para tetangga menasihatinya untuk mengonsumsi madu sebagai zat pembersih makanan dan minumannya. Dia disarankan untuk menghindari gula putih. Dia menyerahkan urusannya kepada para dokter. Akan tetapi, mereka menolaknya dan mengatakan bahwa madu akan menambah buruk keadaannya. Meskipun dicegah, dia tetap mengonsumsi madu sebagai bagian dari makanan dan minumannya. Dia mengatakan bahwa setelah mengonsumsi madu sebagai bahan pembersih makanan dan minumannya disertai penjagaan (controling), kadar gula di dalam darahnya menurun drastis dan keadaannya juga semakin membaik.
Ketika hal itu dipublikasikan, dua orang berkebangsaan Amerika (suami istri) yangmenderita diabetes beralih mengonsumsi banyak madu dan buah. Pada akhirnya, sepasang suami-istri tersebut sembuh dari penyakit diabetes. Dengan demikian, jelaslahbahwa mengonsumsi madu dan banyak buah sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.
Dengan judul Rihlatun Ilallahi wa Rasulihi (Rihlah menuju Allah Swt. Dan Rasul-Nya) pada majalah Hadharatul Islam (Peradaban Islam), jilid lima, edisi tiga, Dr. Musthafa Siba’i menyebutkan pengalaman pribadinya ketika sembuh dari penyakit diabetes dengan menggunakan madu. Tidak hanya itu, dia menjaga makanan dengan memakan buah segar. Nyatalah sudah kebenaran hadits Rasulullah saw. yang mulia berikut ini.
“Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh ini, AI Qur’an dan madu.”
Berikut ini firman Allah Swt.
‘… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….’ (QS An Nahl, 16: 69)
Beliau mengatakan bahwa setelah lima bulan sejak mulai menggunakan aturan ini dalam pengobatan, kadar gula pada saluran kantong kemih menghilang dengan sempurna. Kadar gula darahnya berkurang drastis hingga mendekati batas alami.
Tokoh pertama yang menyatakan manfaat madu adalah Defedoerf dari Rusia pada tahun1915 M. Dia menyebutkan bahwa gula madu lebih utama dibandingkan dengan gulalainnya sebagai makanan para penderita diabetes. Gula madu mencegah zat asam padadarah. Para ilmuwan Rusia menemukan zat pada madu yang melakukan aktivitas insulindan bekerja menyembuhkan kadar gula.
Seorang ilmuwan Universitas Otawa, Kanada, menetapkan bahwa zat ini merupakan salah satu zat alkohol yang terdapat di dalam madu. Akan tetapi, mereka tidak mengenalnya lebih jauh. Di dalam madu, tersusun zat yang memotivasi aktivitas sel penghasil insulin. Insulin sendiri, secara alami dihasilkan di pankreas.

7 MANFAAT MADU ASLI MURNI ALAMI BAGI KESEHATAN


Selama ribuan tahun madu digunakan dalam berbagai pengobatan. Al Quran dari sejak 1.400 tahun lalu menyatakan:
“Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]
Sebelum antibiotik ditemukan di tahun 1930-an, madu masih digunakan dalam perawatan berbagai penyakit. Dengan beralihnya manusia ke pengobatan modern, madu kian tersisih perannya. Belakangan ini ketika banyak bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan, banyak orang “kembali ke alam” dengan memanfaatkan madu dalam pengobatan.
Apa saja khasiat madu? Berikut adalah 7 manfaat madu bagi kesehatan:

1. Obat luka dan borok.

Madu selama berabad-abad telah digunakan untuk perawatan luka dan borok. Madu berisi glukosa dan enzim yang disebut oksidase glukosa. Pada kondisi yang tepat, oksidase glukosa dapat memecah glukosa madu menjadi hidrogen peroksida, zat yang bersifat antiseptik kuat. Madu dalam kemasan tidak dapat melakukan reaksi ini. Untuk menjadi aktif dan mengurai glukosa madu, oksidase glukosa memerlukan lingkungan dengan pH 5,5-8,0 dan natrium. PH madu murni yang berkisar antara 3,2 dan 4,5 terlalu rendah untuk mengaktifkan enzim. Kulit dan cairan tubuh (misalnya darah) memiliki pH relatif tinggi dan mengandung natrium sehingga memberikan kondisi yang tepat untuk pembentukan hidrogen peroksida.

2. Merangsang pertumbuhan jaringan

Propolis, enzim, dan serbuk sari, vitamin dan mineral dalam madu dapat merangsang pertumbuhan jaringan baru. Bila digunakan pada luka bakar, madu akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah jaringan parut.

3. Menghaluskan kulit

Asam glukonat dan asam organik ringan lainnya yang terdapat dalam madu dapat melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi, mengurangi keriput dan garis penuaan, menyeimbangkan minyak, dan meningkatkan elastisitas kulit. Madu juga mengandung gula dan asam amino yang membantu mempertahankan kelembaban kulit.

Nilai Gizi Madu per 100 g
Energi304 kcal
Karbohidrat82.4 g
Gula82.12 g
Serat0.2 g
Lemak0 g
Protein0.3 g
Air17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3)0.121 mg (1%)
Asam Pantotenat (Vit. B5)0.068 mg (1%)
Vitamin B60.024 mg (2%)
Folat (Vit. B9)2 mg (1%)
Vitamin C0.5 mg (1%)
Kalsium6 mg (1%)
Besi0.42 mg (3%)
Magnesium2 mg (1%)
Fosfor4 mg (1%)
Potasium52 mg (1%)
Sodium4 mg (0%)
Zinc0.22 mg (2%)

5. Antioksidan kuat

Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi sehingga menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan, antioksidan yang disebut “pinocembrin” hanya ditemukan dalam madu. Hal ini membuat tubuh Anda lebih sehat, terhindar dari penyakit dan terlihat lebih awet muda.

6. Menurunkan glukosa dan kolesterol darah

Meskipun lebih manis dari gula, madu memiliki indeks glikemik rendah karena diserap ke dalam aliran darah secara bertahap. Anda yang memiliki diabetes harus mengurangi makanan berindeks glisemik tinggi karena akan mendorong lonjakan glukosa darah.
Madu adalah alternatif pemanis yang paling aman dibandingkan gula atau gula sintetis. Beberapa penelitian bahkan menduga madu dapat menurunkan glukosa darah. Mineral dan vitamin alami dalam madu juga membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dalam tubuh.

7. Meringankan penyakit pernafasan

Madu sangat efektif untuk penyakit pernapasan. Sebuah studi di Bulgaria pada hampir 18.000 pasien menemukan bahwa madu membantu mengatasi bronkitis kronis, bronkitis asma, rinitis kronis, alergi dan sinusitis. Madu adalah obat yang efektif untuk pilek, flu, dan infeksi pernapasan.
Selain ketujuh manfaat di atas, madu secara keseluruhan sangat baik untuk Anda karena mengandung banyak sekali vitamin dan mineral (lihat tabel). Madu berwarna gelap mengandung jumlah nutrisi yang lebih tinggi daripada yang berwarna lebih terang. Sebaliknya, gula pasir tidak memiliki nutrisi atau antioksidan sama sekali. Jadi, mengganti gula dengan madu sebagai pemanis memiliki banyak keuntungan.


Kamis, 13 November 2014

JUAL MADU SIALANG, JUAL MADU HUTAN ASLI MURNI, JUAL MADU SARANG LEBAH APIS DORSATA, JUAL MADU TUALANG ASLI MURNI


Madu Sialang adalah madu yang berasal dari kelompok lebah yang hidup dan bersarang di pohon yang banyak terdapat di kawasan hutan Provinsi Bengkulu, Provinsi Riau, perbatasan Riau – Sumatera Barat, dan Provinsi Jambi, termasuk Provinsi Sumatera Selatan. 
Beberapa contoh pohon sialang itu antara lain pohon benuwang Octomeles sumatrana, cempedak air Artocarpus maingayi, pohon tualang Koompassia parvifalia, dan menggeris K. excelsa dan lain-lain yang apabila disarangi oleh lebah hutan (apis dorsata) maka masyarakat di Sumatera akan menamakannya pohon sialang.
Pohon tempat lebah bersarang tersebut biasa disebut dengan pohon Sialang sehingga madu yang dihasilkan di kenal dengan nama madu Sialang.
















Sialang adalah sebutan bagi pohon tinggi besar yang dihuni oleh ratusan kerajaan lebah. Puncaknya menjulang jauh di atas atap hutan. Maklum, tingginya rata-rata 50 m atau lebih dengan garis tengah batang 2 m. Kebanyakan berdaun kecil sehingga kalau angin bertiup, ya lewat saja. Jadi, tidak gampang tumbang oleh topan badai. 
Lebah hutan memilih cabang yang terbuka, bebas dedaunan, di daerah atasan pohon, untuk membangun sarang gandul yang bisa didarati dan ditinggallandasi dengan bebas. Satu dahan bisa ditempati 20 sarang lebah. Pada satu pohon kadang bisa ditemukan 100 – 200 sarang gandul seperti itu.
 
  














Pohon-pohon Sialang itu merupakan jenis tanaman yang dilindungi secara hukum, baik undang-undang pemerintah maupun hukum adat. Hal ini agar kelestarian pohon – pohon tersebut tetap terpelihara sebagai tempat bersarangnya kelompok lebah. Dari lebah itu di hasilkan madu sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat desa atau suku disekitar hutan.
















Keberadaan pohon-pohon sialang atau disebut juga pohon pauh rusa adalah aset sumber daya alam untuk masyarakat lokal yang hidup di wilayah Sumatera.
Berikut ini adalah dokumentasi proses panen madu Sialang dari suplier untuk Gerai Madu Alifa Blitar di kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.

Sedangkan video proses panen madu Sialang untuk Gerai Madu Alifa Blitar di kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat dapat anda lihat di bawah ini.